Make Over Your Cover
Suatu hari saya berkunjung kerumah saudara,silaturahim karna memang moment hari raya juga. Ngobrol ngalur ngidul dan akhirnya datanglah yang namanya jajan yang terbungkus rapi.penasaran,apasih isinya? Setelah dibuka,ternyata isinya kripik tempe!Oalah.. akhirnya terjadi percakapan masalah kripik tempe ini :
Saya : “loh mbak,sampena ini bungkus sendiri atau belinya udah terbungkus seperti ini?” Saudara : “saya belinya ya gitu itu,sudah terbungkus rapi seperti itu..,kenapa enak ta rasanya?,aku belinya waktu perjalanan mau balik ke malang”. Saya : “kalo dibanding dengan kripik tempe sini (malang) ya masih enakan kripik tempe malang,.kenapa gk beli disini aja (padahal rumah saudaraku ini bersebelahan dengan distributor kripik tempe khas malang loh) Saudara : “saya tertarik dengan pengemasannya,jadi aku beli,lagian gk perlu repot nyuguhinnya”
Cerita kedua,dan ini cerita waktu lounching produk pertama saya
Saya : “pak,ini produk produk produksi saya yang baru” Xx : “wah sudah diready ya,tapi kok begini,saya mau beli tapi kalau sudah dirubah” Saya : “maksudnya begini apanya pak?dan apa yang perlu dirubah?”kenken bapak ini,hohohohoho
Kemudian bapak ini menyuruh salah satu karyawannya untuk mengambilkan produk dari salah satu perusahaan lain.
Xx : “bandingkan ya..jika saya menawarkan kedua produk ini (produk lain) dan produk produksi anda, kepada anda,maka anda akan memilih yang mana?”(sambil menunjukkan kedua produk) Saya : “saya pilih yang ini pak”(produk produksi perusahaan lain,bukan produk saya sendiri) Xx : “sudah tau kan permasalahannya..?saya tertarik dan saya mau beli produk anda,jika desain cover produk anda sudah diganti”
Heemm..saya pikir cuma cover aja kok jadi masalah ya,padahal jika dibandingkan dengan cover produk saya,proses pembuatannya lebih rumit proses pembuatan desain cover produk saya. Beberapa waktu lagi saya kembali ke bapak ini,saya tawarkan kembali produk saya. “Naah..kalo seperti ini saya mau beli”. Hahahaha padahal isinya yo sama aja tuh!oalah pak…
Tapi memang betul, setelah saya pikir kembali dan mengamati minat membeli konsumen,bahwa konsumen sekarang mengalami dualisme sifat dalam melakukan pembelian barang istilahnya need and match.sebegitu menarik kemasan yang dibuat dengan melakukan iklan dengan membayar tinggi, sampai-sampai isi dari produk itu gak ada artinya karena kesedot untuk membiayai kemasannya, tetapi kita tetap mau membeli produknya sebagai simbol social. kenapa Semakin banyak orang membeli kemasan (packaging) dari pada isi (content)?apa karena semakin Metropolitan?. jadi,mari kita Make Over our Cover! Salam sawang si nawang
|